lekas sembuh bumiku

Teruntukmu Yang Pernah Datang Namun Tidak Menetap

mereka yang datang, dan perggi tanpa alasan, dia bukanlah yang terbaik
Saat harapan yang pernah datang dengan segenap keyakinan, begitu indahnya kesempurnaan yang  diberikan, terkadang memang tidak ada manusia yang sanggup untuk menebak kesetiaan hati seseorang.

Memang benar lantunan sang penyair yang terucap “DALAMNYA LAUTAN BISA DI UKUR, NAMUN DALAMNYA HATI SESEORNG TIDAK ADA YANG BISA MENGETAHUI”.

Hati  yang lemah akan terasa kuat ketika di datangi dan disinggahi sebuah harapan, benih demi benih akan berbunga dengan sendirinya, akan tumbuh segenap harapan sampai sang hati dengan tegas mengatakan sosokmu lah yang terbaik saat ini.

Namun akan lain dikata, ketika sang pendatang hanya berlabuh lakasana kapal yang bersandar dengan waktu semusim dan akan melanjutkan petualanganya di tempat yang dia akan singgahi, dan saat situasi inilah hati seolah bak permainan yang menjadi penghibur untuk dia yang tak pernah mengerti arti perihnya hati yang terluka



Seketika ceriah akan berubah jadi sunyi, situasi akan memaksamu sadar bahwa luka sedang menghampirimu,kepercayaan yang dia telah susun rapih lenyap seketika lasana buih dilautan yang akan hilang dan terhempas bersama dengan  ombak.

Aku ucapkan terima kasih atas sosokmu yang sudah singgah memberikan kenyamanan walau itu hanya secepat malam yang menembus pagi, tak perlu kau risau dengan luka yang kau tiggalkan jiwaku akan tangguh dan akan cepat melewati masa ini, secepat kau datang berlabuh untuk perggi

Akupun tidak akan pernah mengusik langkahmu sediktpun, dan akan aku persilahkan waktu untuk menghapus jejakmu, bahkan kenangan yang pernah kau bangun akan rapuh dengan sendirinya, perggilah tanpa harus menjadi motivator perpisahan.

Kesempurnaan yang kau harapkan tidak akan pernah kau temukan, selama kau tidak mengerti dan tidak bisa mencintai seseorang denga sempurna, apa guna meciptakan kenyamanan jika itu bukan yang terbaik.

Sekali lagi perggilah, jika suatu saat kau terjatuh dalam luka, dan kembali mencari alamat hati yang pernah kau singgahi, mungkin aku bukan lagi yang dulu kau kenal, dengan segala senyum dan tawa ku yang selalu perioritas untukmu

Karena begitu kau perggi saat itulah aku obati lukaku, dan seketika sembuh akupun akan segerah mengembara untuk menemukan kesetiaan yang akan saling melengkapi menjadi sempurnah yang nyata.






Belum ada Komentar untuk "Teruntukmu Yang Pernah Datang Namun Tidak Menetap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel